Penyakit Amnesia, Gejala, Penyebab, dan Cara Menanganinya

    Amnesia adalah hilangnya memori (ingatan) yang disebabkan oleh cedera atau penyakit di wilayah otak tertentu yang berhubungan dengan pembentukan ingatan. Kepala terantuk meja atau terpukul, terjatuh di bagian kepala, stroke, pendarahan otak, dan berbagai kecelakaan yang mengenai bagian kepala / otak bisa menjadi penyebab amnesia, belum lagi jika menengok penyebab lain yang berkaitan dengan faktor genetik dan degeneratif seperti penyakit Alzheimer, penyalahgunaan obat-obatan, dan trauma.

Penyakit Amnesia, Gejala, Penyebab, dan Cara Menanganinya


   Saat berbicara mengenai amnesia, kebanyakan mengkaitkannya dengan kehilangan memori secara total. Kenyataannya, amnesia yang bisa terjadi secara sementara atau permanen, atau memiliki beberapa jenis. Jenis-jenis amnesia tesebut bisa terjadi secara bersamaan atau dalam waktu dan tahapan berbeda.

Jenis - jenis Amnesia :

  1.  Amnesia Retrograd

   Retrograd Amnesia atau biasa disebut juga sebagai amnesia mundur atau amnesia surut, adalah hilangnya memori atau bagian dari memori sebelum titik waktu tertentu. Amnesia jenis ini umumnya disebabkan oleh cedera otak atau kondisi akut seperti pendarahan otak dan stroke, di mana penderita tidak bisa mengingat memori sebelum terjadinya kecelakaan atau peristiwa tertentu. Tergantung dari parahnya cedera yang dialami penderita amnesia retrograd mungkin tidak mengingat peristiwa-peristiwa pada periode terjadinya kecelakaan saja atau bahkan peristiwa-peristiwa yang lebih lama lagi ( sebelum kecelakaan ).

  2.  Amnesia Anterograd

  Anterograd amnesia sering pula disebut amnesia maju. Tipe amnesia ini bukan sepenuhnya mengenai kehilangan memori di masa lalu, tetapi lebih kepada hilangnya kemampuan untuk menciptakan memori di masa setelah terjadinya peristiwa kecelakaan atau peristiwa tertentu. Sebagai contoh, ibu teman saya mengalami kecelakaan yang menyebabkan cidera otak pada 2004. Dia masih sangat mampu mengingat semua nama keluarga, teman , kolega kerja, dan lain-lain yang dikenalnya sebelum peristiwa kecelakaan itu. Sebaliknya, dia akan sangat kesulitan mengingat nama-nama orang yang ditemuinya setelah peristiwa kecelakaan itu, bahkan meskipun sudah bertemu berkali-kali.

  3.  Amnesia Disosiatif

   Jenis amnesia ketiga ini memiliki perbedaan signifikan dengan dua jenis lainnya, yaitu dalam hal penyebab terjadinya amnesia. Amnesia disosiatif jarang sekali ditemui sebagai akibat dari cedera aotak atau penyakit tertentu, tetapi lebih disebabkan oleh fenomena psikologis, di mana yang terjadi adalah memori dapat terciptakan namun tidak dapat diingat kembali ( tidak dapat dipanggil). Tipe amnesia ini umumnya diasosiasikan dengan peristiwa-peristiwa traumatis. Sebagai contoh adalah represi memori karena pelecehan seksual atau karena menyaksikan / mengalami sebuah peristiwa kekerasan.

Gejala Amnesia

   Kebanyakan dari mereka dengan amnestic syndrome memiliki masalah dengan ingatan jangka pendek, mereka tidak dapat menerima informasi baru. Banyak juga yang memiliki beberapa tingkat lemahnya daya ingat. Ingatan yang telah lampau seperti hilang, padalah masih ada dan tersimpan secara tidak disadari. Beberapa dari mereka dapat mengingat pengalaman masa kecil atau mengetahui nama presiden sebelumnya, tetapi tidak dapat mengingat nama presiden pada saat ini.

   Hilang ingatan tidak berpengaruh pada kecerdasan seseorang, pengetahuan umum, kesadaran, perhatian, penilaian, kepribadian atau identitas. Mereka dengan amnestic syndrome biasanya dapat mengerti cara menulis atau berbicara dan dapat belajar kemampuan seperti bersepeda atau bermain piano. Mereka juga dapat mengerti bahwa mereka mengalami gangguan ingatan.

   Amnesia tidak sama dengan dementia. Dementia sering terkait dengan hilang ingatan, tetapi juga masalah kognitif lain yang signifikan yang menyebabkan kemunduran kemampuan dalam aktivitas harian. Pola ini juga biasanya adalah gejala umum dari mild cognitive impaiment  (MCI), tetapi ingatan dan masalah kognitif lainnya pada MCI tidak separah seperti dementia.

   Karena kerusakan otak dapat menjadi akar dari masalah amnesia, maka sangat penting untuk mengambil langkah dalam memperkecil peluang ada terkena cedera otak. Sebagai contoh :

  • Hindari pengguaan alkohol
  • Memakai helm ketika bersepda atau menggunakan sabuk pengaman ketika menyetir
  • Obati infeksi dengan cepat sehingga tidak menyebar ke otak
  • Cari pertolongan medis darurat jika anda memiliki gejala apapun yang menunjukan stroke atau aneurysm pada otak, seperti sakit kepala parah atau mati rasa pada satu sisi.

Cara Menangani Amnesia

   Langkah utama dalam menangani amnesia adalah terapi, contohnya terapi okupasi serta terapi kognitif. Dalam terapi, pengidap amnesia akan mempelajari metode untuk membantu daya ingatnya. Misalnya mempelajari strategi dan teknik dalam mengatur informasi agar mudah diingat.

   Anda juga bisa menerapkan langkah-langkah sederhana untuk membantu aktivitas sehari-hari. Beberapa strategi yang mungkin akan berguna meliputi :
  • Senantiasa membawa alat tulis agar anda bisa segera mencatat segala informasi yang diperoleh.
  • Selalui menaruh benda yang dibutuhkan sehari-hari di tempat yang sama, contohnya kunci rumah.
  • Manfaatkan kemajuan teknologi, misalnya menggunakan fitur alarm pada ponsel untuk mengingatkan anda pada kegiatan tertentu.

   Amnesia dan Demensia

  Demensia adalah sekumpulan gejala yang berhubungan dengan penurunan kinerja otak. Hilang ingatan memang termasuk salah satu gejala dalam demensia. Meski demikian, kedua kondisi ini tidaklah sama. Mengalami hilang ingatan belum tentu berarti anda otomatis mengalami demensia.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Penyakit Amnesia, Gejala, Penyebab, dan Cara Menanganinya"

  1. Buat kalian ada yang BARU nih sayangi GEDGET kalian yaaa:) banyak INFORMASI yang bakal kalian tau dengan lihat link-link ini langsung saja yuuu:)
    http://zapplerepair.com/iPhone-6S-masalah-lcd-display-kadang-mau-muncul-kadang-engga.html

    ReplyDelete