Pengertian Penyakit Diabetes, Gejala dan 16 Penyebabnya

   Gaya hidup sehat yang seringkali diabaikan oleh kebanyakan orang membuat timbulnya penyakit yang merugikan kesehatan tubuh. Berbagai penyakit itu muncul dengan berbagai macam faktor dan salah satunya adalah asupan makanan yang tidak seimbang, selain itu gaya hidup sehat yang sering diabaikan oleh banyak orang menjadi faktor utama banyak orang terserang bermacam-macam penyakit.

   Apa itu Diabetes ?

   Penyakit diabetes atau yang lebih dikenal orang dengan nama penyakit kencing manis atau penyakit gula merupakan penyakit yang disebabkan karena terjadinya kelainan pada proses metabolisme tubuh yang disebabkan karena banyak faktor. Penyakit ini muncul karena kadar glukosa yang berlebihan pada dalam darah, sehingga menyebabkan insulin dalam tubuh tidak bekerja dengan baik, karena tidak mampu memecah glukosa.

Ada 2 jenis tipe diabetes :

   Jenis utama penyakit ini adalah diabetes tipe 1 dan 2. Penderita diabetes tipe 1 sangat bergantung pada insulin. Tipe ini juga terkadang dikenal dengan istilah diabetes ' remaja' karena umumnya menyerang pasien di bawah usia 40 tahun, terutama pada masa remaja. Sedangkan diabetes tipe 2 yang pada umumnya masih mampu menghasilkan insulin di pankreas. Akan tetapi ada kalanya insulin tidak dapat bekerja seperti biasanya yang biasa dikenal dengan insulin Resistance.

 Gejala-gejala Umum Penyakit Diabetes :

  • Fungsi Saraf Menurun
  • Mudah Merasa Kelelahan
  • Berkurangnya Massa Otot
  • Sering Merasa Haus
  • Sering Kelaparan (polifagia)
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Jika terjadi luka pada tubuh, lama untuk mengering atau sembuh
  • Turunnya berat badan ( pada penderita tipe 1 )

 Penyebab Penyakit Diabetes

1.  Terlalu Sering Konsumsi Obat-obatan Kimia

   Konsumsi obat kimia dalam jangka waktu yang lama diyakini akan memberikan efek negatif yang tidak ringan. Obat kimia ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi mengobati, di sisi yang lain mengganggu kesehatan. Bahkan tidak sedikit kasus penyakit berat seperti jantung dan liver serta diabetes diakibatkan oleh terlalu seringnya mengkonsumsi obat kimia. Salah satu obat kimia yang sangat berpotensi sebagai penyebab diabetes adalah THIAZIDE DIURETIK dan BETA BLOKER. Kedua jenis obat tersebut sangat meningkatkan resiko terkena diabetes melitus karena bisa merusak pankreas.

2.  Kurang Tidur

   Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, resiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.

3.  Sering Stres

   Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tnapa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.

4.  Merokok

   Asam rokok ternyata menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan dan sifatnya sangat komplek. Termasuk terhadap resiko seseorang mudah terserang penyakit diabetes melitus. Jadilah orang yang berakal dan cerdas dengan tidak menimbun racun dalam tubuh kita, walaupun rokok dianggap bisa memberikan kenikmatan. Kasihanilah tubuh anda, efek jangka panjang rokok sungguh sangat mengerikan. Maka sangat sesuai sekali kalau agama sangat membenci rokok karena memang lebih banyak kerusakannya ketimbang manfaatnya.

5.  Kurangnya Aktivitas Fisik

   Kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor yang cukup besar untuk seseorang mengalami kegemukan dan melemahkan kerja organ-organ vital seperti jantung, ginjal dan juga pankreas. Lakukan olahraga secara teratur minimal 30 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu.

6.  Terlalu Sering Minum-minuman Bersoda

   Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses' Health Study II terhadap 51.603 wanita usia  22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan resiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan resiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.

7.  Suka Ngemil

   Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi, Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikan kadar gula dalam darah.

8.  Hipertensi atau Darah Tinggi

   Jagalah tekanan darah anda tetap di bawah 140/90 mmHg. Jangan terlalu banyak konsumsi makanan yang asin-asin. Garaj yang berlebih memicu untuk seseorang teridap penyakit darah tinggi yang pada akhirnya berperan dalam meningkatkan resiko untuk anda terserang penyakit diabetes melitus.

9.  Menggunakan Pil Kontrasepsi

   Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr. Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.

10.  Teh Manis

   Penjelasan sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum resiko kelebihan kalori, Segelas teh manis kira-kira mengandung 250 - 300 kalori ( tergantung kepekatan ). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori / hari ( tergantung aktivitas ). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000 - 1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya : obesitas dan diabetes.

11.  Mengkonsumsi Makanan Berkolesterol Tinggi

   Makanan berkolesterol tinggi juga diyakini memberi kontribusi yang cukup tinggi untuk seseorang mudah terserang penyakit diabetes melitus. Batasi konsumsi kolesterol anda tidak lebih dari 300 mg / hari.

12.  Kehamilan

   Pada saat hamil, plasenta memproduksi hormon yang mengganggu keseimbangan hormon insulin dan pada kasus tertentu memicu untuk sel tubuh menjadi resisten terhadap hormon insulin. Kondisi ini biasanya kembali normal selah masa kehamilan atau pasca melahirkan. Namun demikian menjadi sangat beresiko terhadap bayi yang dilahirkan untuk kedepan punya potensi diabetes melitus.

13.  Sering Makan Gorengan

   Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor resiko tinggi pemicu penyakit degenratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor resiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL ( Kolesterol Jahat ) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL ( Kolesterol Baik ) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengkonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.

14.  Ras

   Ada beberapa ras manusia di dunia ini yang punya potensi tinggi untuk terserang diabetes melitus. Peningkatan penderita diabetes di wilayah Asia jauh lebih tinggi dibanding di benua lainnya. Bahkan diperkirakan lebih 60% penderita berasal dari Asia.

15.  Riwayat Keluarga

   Faktor keturunan atau genetik punyak kontribusi yang tidak bisa diremehkan untuk seseorang yang terserang penyakit diabetes. Menghilangkan faktor genetik sangatlah sulit. Yang bisa dilakukan untuk seseorang bisa terhindar dari penyakit diabetes melitus karena sebab genetik adalah dengan memperbaiki pola hidup dan polo makan. Dengan memperbaiki kedua pola tersebut insya Allah anda akan terhindar dari penyakit yang mengerikan ini.

16.  Usia Semakin Bertambah

   Usia di atas 40 tahun banyak organ-organ vital melemah dan tubuh mulai mengalami kepekaan terhadap insulin. Bahkan pada wanita ng sudah mengalami monopause punya kecenderungan untuk lebih tidak peka terhadap hormon insulin.

   Saran kami untuk penderita penyakit diabetes Tipe 1 atau Tipe 2 :

   Ada berbagai perawatan yang bisa dilakukan oleh penderita diabetes dan ini tergantung pada tipe dari diabetes itu sendiri. Untuk diabetes tipe 1, perawatan dilakukan dengan menyuntikkan insulin setiap hari karena mengingat penderita diabetes ini tidak mampu menghasilkan insulin sendiri. Selain itu penderita juga harus aktif untuk memeriksakan kadar glukosa pada darah agar tetap normal.

   Penderita diabetes tipe 2 sebaiknya menjaga kesehatan dengan cermat. Melalui sebuah pemantauan kesehatan, proses pengobatan yang dijalani penderita akan lebih lancar, sekaligus dapat meminimalisasi resiko komplikasi.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Pengertian Penyakit Diabetes, Gejala dan 16 Penyebabnya"

  1. zapplerepair pengerjaan di tempat. Zapplerepair memberikan jasa service onsite home servis pengerjaan di tempat khusus untuk kota Jakarta, Bandung dan Surabaya dengan menaikan level servis ditambah free konsultasi untuk solusi di bidang data security, Networking dan performa yang cocok untuk kebutuhan anda dan sengat terjangkau di kantong" anda (http://onsite.znotebookrepair.com)
    TIPS DAN TRICK UNTUK PENGGUNA SMARTPHONE

    ReplyDelete
  2. Memang mantap nih blognya kawan
    http://berkah-walatra.com

    ReplyDelete